SUMENEP – Kinerja pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumenep sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Sejumlah program prioritas yang dijalankan pemerintah daerah dinilai berjalan sesuai rencana dan mulai berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, tema pembangunan daerah pada 2025 difokuskan pada penguatan stabilitas sosial ekonomi serta pemerataan layanan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut dia, berbagai program yang telah dirancang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) mampu dijalankan sesuai target. “Realisasi program prioritas pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah daerah menetapkan tujuh program prioritas pembangunan. Di antaranya peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, penguatan sektor pariwisata, serta pengembangan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan kompetensi tenaga kerja, hingga peningkatan ketertiban sosial turut menjadi fokus kebijakan pembangunan daerah.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya memperkuat aksesibilitas wilayah daratan dan kepulauan agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Di sisi lain, tata kelola pemerintahan juga terus diperbaiki melalui inovasi pelayanan publik dan pemanfaatan sistem digital.
Arif menjelaskan, pelaksanaan berbagai program tersebut berdampak pada peningkatan sejumlah indikator pembangunan daerah. Salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Data pemerintah daerah mencatat IPM Sumenep meningkat dari 67,74 pada 2021 menjadi 70,54 pada 2025.
Penurunan angka kemiskinan juga terlihat cukup signifikan. Pada 2021, tingkat kemiskinan di Sumenep tercatat sebesar 20,51 persen. Angka tersebut turun menjadi 17,02 persen pada 2025.
“Program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan berhasil mengentaskan sekitar 7.940 jiwa,” jelasnya.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya 2,31 persen pada 2021 menjadi 1,64 persen pada 2025.
Menurut Arif, sektor pertanian, perikanan, serta industri pengolahan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kabupaten Sumenep.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan perbaikan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Sumenep tercatat sebesar 3,77 persen. Sementara hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5,85 persen.
Ketimpangan pendapatan masyarakat juga menurun. Hal ini terlihat dari rasio gini yang turun dari 0,294 pada 2021 menjadi 0,221 pada 2025.
Sementara itu, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik juga mengalami peningkatan. Jika pada 2024 berada di angka 84,72, pada 2025 meningkat menjadi 89,59.
“Meningkatnya kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh pelayanan publik yang semakin responsif dan profesional,” pungkasnya. (vin/nta)















