Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Pemerintahan

Seleksi Sekda Sumenep 2025, Tiga Kompetensi yang Harus Dipenuhi

badge-check


					Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

PituturJatim.id – Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep 2025 akan menjadi momen strategis yang penuh sorotan. Di balik perbedaan tafsir regulasi antara Peraturan Pemerintah (PP) dan Surat Edaran (SE), calon Sekda juga dituntut memenuhi tiga kompetensi inti, yakni kompetensi teknis, manajerial, dan sosial budaya.

Prinsipnya, selain seleksi Sekda harus tunduk pada regulasi, tentu yang tidak boleh diabaikan adalah mengenai kemampuan para kandidat dalam memenuhi tiga kompetensi utama.

Tiga kompetensi utama itu di antaranya kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial budaya.

Pemahaman kompetensi teknis itu yakni mampu menguasai sistem dan mengelola tata pemerintahan. Seorang Sekda di Sumenep harus memahami detail sistem pemerintahan daerah. Misalnya, pengelolaan perencanaan pembangunan yang mencakup lebih dari 300 desa/kelurahan, serta penganggaran yang harus akurat agar program menyentuh masyarakat kepulauan.

“Kompetensi teknis ini mutlak. Sekda harus mampu memastikan program daerah berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, apalagi Sumenep memiliki karakter geografis yang unik dengan wilayah kepulauan,” kata Pengamat Kebijakan Publik, Hasyim Malik.

Oleh karena itu, kompetensi manajerial menuntut bahwa seorang Sekda harus mempunyai kecakapan mengukur irama kompetensi. Sebab, tantangannya bagaimana seorang Sekda itu menggerakkan puluhan OPD agar selaras dengan visi-misi bupati. Mampukah kemampuan manajerial diuji, mengatur prioritas pembangunan, mengatasi konflik antar instansi, hingga memastikan pelayanan publik berjalan efektif.

“Sekda itu mandiri. Kalau dia tidak punya kompetensi manajerial, birokrasi akan salah. Bayangkan mengelola OPD di daratan dan kepulauan dengan karakter berbeda, tentu membutuhkan kepemimpinan yang visioner sekaligus tegas,” jelasnya.

Terakhir, lanjut dia, kompetensi sosial budaya. Yakni menjaga keharmonisan dalam keberagaman. Terlebih lagi, Sumenep dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan beragam.

Dari Madura daratan hingga kepulauan seperti Pulau Kangean dan Masalembu. Masing-masing wilayah memiliki tradisi, bahasa, dan pola sosial yang berbeda. Untuk itu, Sekda menuntut adanya kepekaan sosial untuk merangkul semua golongan.

“Kompetensi sosial kultural ini sangat krusial. Sekda bukan hanya bekerja di belakang meja, tapi juga harus bisa menyapa masyarakat, memahami kultur lokal, dan menjaga keharmonisan. Itu syarat agar izin diterima dan dipercaya masyarakat,” terangnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

20 August 2026 - 01:46 WIB

Trending on Pemerintahan