Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Jatim

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

badge-check


					Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Perbesar

JAKARTA – Kinerja PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menunjukkan hasil beragam pada semester pertama 2026. Emiten media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp25,6 miliar.

Capaian tersebut tumbuh 12,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan laba belum diikuti pertumbuhan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026, pendapatan RANS tercatat Rp149 miliar. Angka tersebut turun 13,2 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Penurunan pendapatan terjadi pada dua lini bisnis utama perseroan. Segmen hiburan dan lifestyle terkoreksi 10,1 persen. Sementara penjualan produk, yang mencakup makanan, minuman hingga produk kecantikan, mengalami penurunan lebih dalam sebesar 20,4 persen.

Meski demikian, segmen hiburan dan lifestyle masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar RANS. Kontribusinya mencapai sekitar 71 persen dari total pendapatan perseroan.

Pendapatan dari segmen tersebut berasal dari production house, acara dan ticketing sebesar Rp44 miliar. Kemudian konten media sosial Rp42,3 miliar serta duta merek dan talent management sebesar Rp19,34 miliar.

Dari sisi arus kas, RANS justru mencatat perbaikan. Arus kas dari aktivitas operasi sepanjang Januari-Juni 2026 melonjak 73 persen menjadi Rp35,7 miliar.

Namun, kenaikan kas perseroan relatif terbatas. RANS membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebelum IPO sebesar Rp19,5 miliar serta melakukan pembayaran utang Rp6,75 miliar.

Alhasil, kenaikan kas selama enam bulan pertama 2026 hanya mencapai Rp8,4 miliar. Jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,3 miliar.

Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas RANS berada di level Rp108,5 miliar. Sementara piutang usaha tercatat Rp94,1 miliar atau turun tipis dibandingkan posisi akhir 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan relatif stabil. Aset RANS tercatat Rp461,41 miliar per Juni 2026, sedikit naik dari Rp461,03 miliar pada akhir Desember 2025.

Sementara itu, total liabilitas justru berhasil ditekan menjadi Rp115,15 miliar dari sebelumnya Rp120,23 miliar.

Di pasar modal, kinerja fundamental tersebut belum mampu mengangkat pergerakan saham RANS. Sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham RANS tercatat turun 13,16 persen ke level Rp198 per lembar.

Tekanan juga masih terlihat dalam perdagangan jangka pendek. Dalam sebulan terakhir, saham RANS melemah 3,88 persen. Sedangkan dalam lima hari perdagangan terakhir, saham perseroan turun sekitar 1 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan RANS ke depan tidak hanya terletak pada kemampuan menjaga profitabilitas, tetapi juga mengembalikan pertumbuhan pendapatan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perseroan. (IDN/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak

19 August 2026 - 19:28 WIB

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Trending on Jatim