Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Pemerintahan

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

badge-check


					Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga Perbesar

SUMENEP – Pemkab Sumenep melalui Bappeda kembali mengaktifkan Program PosCurhat. Fasilitas tersebut menjadi ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, kebutuhan, maupun gagasan terkait pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, PosCurhat tidak sekadar disiapkan sebagai kanal pengaduan. Program itu diharapkan menjadi instrumen pemerintah untuk menangkap persoalan masyarakat dari tingkat bawah dan memastikan aspirasi mendapat tindak lanjut.

“Media ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi kepada pemerintah. Setiap gagasan dan persoalan yang terjadi pasti akan ditindaklanjuti oleh Pemkab,” ujarnya, Rabu (20/8).

Menurut Arif, penguatan PosCurhat juga menjadi bagian dari implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Karena itu, perempuan mendapat perhatian agar memiliki ruang yang lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan dan kepentingannya.

Bappeda berencana memperluas PosCurhat hingga seluruh desa. Dengan begitu, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa harus menunggu forum resmi pemerintah.

“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” katanya.

Arif mengakui, PosCurhat sebenarnya pernah berjalan di sejumlah desa. Namun, dalam perkembangannya fasilitas tersebut tidak lagi aktif secara maksimal.

“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu untuk menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.

Dia berharap PosCurhat menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Aspirasi yang masuk diharapkan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi menjadi bahan dalam menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan.

“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” tandasnya. (sil/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

20 August 2026 - 01:46 WIB

Percepatan Ekonomi Sumenep Butuh Sinergi Lintas Sektor

20 August 2026 - 01:05 WIB

Trending on Pemerintahan