Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Pemerintahan

Percepatan Ekonomi Sumenep Butuh Sinergi Lintas Sektor

badge-check


					Percepatan Ekonomi Sumenep Butuh Sinergi Lintas Sektor Perbesar

SUMENEP – Percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemkab Sumenep menilai penguatan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD), melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, roadmap percepatan pertumbuhan ekonomi harus disusun secara kolaboratif. Setiap OPD memiliki peran berbeda, tetapi saling berkaitan dalam membangun ekosistem ekonomi daerah.

“Bappeda berperan memastikan seluruh unsur tersebut terintegrasi dalam satu arah pembangunan ekonomi daerah,” katanya (20/8).

Menurut Arif, sektor UMKM, pertanian, perikanan, investasi, tenaga kerja, pariwisata hingga ekonomi kreatif harus dikembangkan secara terintegrasi. Penguatan produksi juga perlu dibarengi pengolahan, pemasaran dan penciptaan nilai tambah agar berdampak langsung terhadap masyarakat.

Di sisi lain, infrastruktur dan transformasi digital menjadi penopang penting untuk memperlancar konektivitas, distribusi barang serta memperluas akses pasar. Sektor perbankan juga perlu dilibatkan untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Arif menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar kebijakan. BPS diharapkan terus mendukung penyediaan data yang akurat, sementara seluruh OPD perlu saling bertukar informasi, mengevaluasi program dan mengidentifikasi regulasi yang berpotensi menghambat aktivitas ekonomi.

Program yang memiliki sasaran serupa juga perlu disinkronkan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Selain itu, peluang investasi konkret harus dipetakan dan dimasukkan dalam roadmap agar dokumen tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

“Keberhasilan percepatan ekonomi Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki,” pungkasnya. (sil/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

20 August 2026 - 01:46 WIB

Trending on Pemerintahan