Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Jatim

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak

badge-check


					Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak Perbesar

LSUMENEP – Pemkab Sumenep mulai mengubah strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui Bappeda, pemerintah menyusun Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep untuk menentukan sektor yang paling potensial menjadi penggerak ekonomi.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, roadmap tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Perencanaan harus diarahkan pada program yang memiliki dampak nyata terhadap masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan. Pertumbuhan juga harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat daya saing daerah.

“Kita tidak ingin lagi hanya berbicara mengenai potensi. Kita harus bergerak dari potential-based planning menjadi action-oriented planning,” ujarnya, Selasa (19/8).

Sumenep memiliki banyak sektor potensial, mulai pertanian, perikanan, peternakan, garam, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan hingga migas. Namun, banyaknya potensi tersebut membuat pemerintah perlu menentukan prioritas berdasarkan data dan kajian.

Arif menjelaskan, salah satu fokus roadmap adalah memperkuat keterkaitan antarsektor melalui hilirisasi. Komoditas lokal diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah sehingga nilai tambahnya dapat bertahan di Sumenep.

“Semakin banyak nilai tambah yang dapat dipertahankan di Kabupaten Sumenep, semakin besar pula peluang meningkatkan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Selain hilirisasi, penguatan UMKM dan investasi juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin pembinaan UMKM tidak sebatas pelatihan, tetapi diarahkan pada akses modal, teknologi, sertifikasi, digitalisasi hingga perluasan pasar.

Roadmap tersebut juga akan dilengkapi program quick wins agar sebagian strategi dapat segera memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.

“Kami tidak membutuhkan roadmap yang terlalu teoritis dan sulit diterapkan. Yang kami butuhkan adalah roadmap yang tajam, realistis, terukur, memiliki prioritas dan target,” tegasnya.

Arif menambahkan, percepatan ekonomi tidak bisa dikerjakan satu organisasi perangkat daerah (OPD). Sinergi pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar roadmap benar-benar menjadi pedoman pembangunan ekonomi Sumenep.

“Keberhasilan percepatan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki,” pungkasnya. (sil/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

25 August 2026 - 19:08 WIB

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Trending on Jatim