SUMENEP – KABAG Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumenep Hasan Basri, bukanlah sosok yang tiba-tiba menempati jabatan penting. Perjalanannya sebagai abdi negara benar-benar dimulai dari bawah. Dari seorang staf biasa, dia meniti karir hingga dipercaya menduduki kursi Kabag sekarang.
Perjuangan HB Hasan (sapaan akrab Hasan Basri) tentu tidak mudah. Selama bertahun-tahun menjadi ASN, dia telah melewati banyak peristiwa penting yang ikut membentuk karakter dan kesetiaannya.

Pada suatu masa, ketika banyak aparatur sipil negara di DPRD Sumenep berebut ingin ditempatkan sebagai staf Fraksi PKB—partai penguasa saat itu.
Hasan tetap teguh pada pilihannya. Dia justru setia mengabdi di Fraksi PDI Perjuangan. Meski peluang promosi terasa semakin sempit, Hasan tidak goyah.
Kesabaran dan sikap konsistennya membuat dia memilih “berpuasa jabatan”. Hasan tahu, karier dalam birokrasi membutuhkan ketekunan, loyalitas, dan waktu. Dia tidak mengambil jalan pintas.
Barulah ketika dinamika politik berubah dan tapuk kepemimpinan di Sumenep beralih ke PDI Perjuangan, jalan Hasan mulai terbuka. Perlahan tapi pasti, dedikasinya diakui. Hingga akhirnya, dia menduduki posisi strategis sebagai Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumenep.
Kisah Hasan menjadi cerminan bahwa setia pada prinsip, sabar menunggu waktu, dan bekerja dengan hati, akan membuahkan hasil pada saat yang tepat.
Sebab, dia merintis karir dari bawah. Bukanlah sesuatu yang nestapa.
Dia tahu betul, bahwa seorang staf bukan jabatan yang membuat orang menoleh, namun dari sana dia belajar arti kesetiaan, ketekunan, dan pengabdian.
Bagi Hasan, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan ruang pengabdian. Dia membuktikan bahwa dalam birokrasi, jalan sunyi kesetiaan dan kesabaran tak pernah ingkar. (*)










