Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

DPR dan Pemerintah Sepakati RAPBN 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Jaga Fiskal

badge-check


					Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah Perbesar

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah

JAKARTA – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah berlangsung hingga larut, bahkan penuh dengan perhitungan angka dan diskusi yang ketat. Di ruang sidang itu, Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah memimpin pembahasan. Hasilnya, disepakati perubahan penting dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026.

Dalam kesepakatan itu, pendapatan negara naik menjadi Rp 3.153,6 triliun. Angka ini lebih tinggi Rp 5,9 triliun dibandingkan rencana awal sebesar Rp 3.147,7 triliun. Dari jumlah tersebut, perpajakan penerimaan dipatok di angka Rp 2.693,7 triliun, dengan pajak tetap berada di Rp 2.357,7 triliun. Sementara itu, pendapatan kepabeanan dan pajak malah mengalami kenaikan, ditargetkan mencapai Rp 336 triliun.

Tak hanya pendapatan, pos belanja negara juga menyesuaikan. Total belanja naik menjadi Rp 3.842,7 triliun. Di dalamnya, belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp 3.149,7 triliun, termasuk belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 1.510,5 triliun. Sedangkan transfer ke daerah ikut ditambah, kini mencapai Rp 692,9 triliun.

Namun penyesuaian ini membuat defisit anggaran sedikit melebar. Dari rencana awal Rp 638,8 triliun atau 2,48 persen PDB, kini disepakati menjadi Rp 689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB. Bahkan, keseimbangan primer yang sebelumnya dirancang positif kini bergeser menjadi defisit Rp 89,7 triliun.

Meski demikian, Said Abdullah menekankan bahwa ini bukan sekadar angka. Ada pesan yang lebih besar, yakni komitmen menjaga fiskal tetap sehat, sekaligus memastikan pembangunan tidak terhambat. “APBN bukan hanya tabel dan grafik, tapi alat negara untuk memastikan masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” sebutnya.

Dengan postur baru ini, pemerintah bersama DPR berharap ruang fiskal lebih longgar untuk mencakup global. Belanja masyarakat tetap terjaga, pembiayaan pembangunan tidak boleh tertunda, dan pada saat yang sama, disiplin fiskal tetap diutamakan. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Quick Wins untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

20 August 2026 - 19:12 WIB

Bappeda Sumenep Bawa Semangat Kemerdekaan dalam Perencanaan Pembangunan

18 August 2026 - 18:46 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Trending on Jatim