
SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mengarahkan kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada pemberdayaan generasi muda. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai ruang tumbuh bagi wirausaha muda di daerah.
Upaya tersebut digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep sebagai respons menghadapi peluang bonus demografi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah daerah menilai potensi generasi muda harus diarahkan agar mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan pihaknya saat ini mulai memetakan berbagai potensi kreativitas pemuda di sejumlah sektor. Mulai dari teknologi informasi, kerajinan, kuliner, hingga seni dan budaya yang selama ini menjadi kekuatan lokal masyarakat Sumenep.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membuka ruang bagi ide dan inovasi anak muda. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Anak-anak muda di Sumenep jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku utama melalui kreativitas dan inovasi yang dimiliki,” ujarnya, Kamis (8/1).
Melalui pengembangan ekonomi kreatif tersebut, pemerintah daerah juga berharap dapat menekan laju urbanisasi. Dengan terciptanya peluang ekonomi di daerah sendiri, generasi muda diharapkan memiliki pilihan untuk berkarya tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.
Karena itu, Bappeda mendorong setiap wilayah, termasuk kawasan kepulauan, untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis komunitas pemuda setempat.
Arif menilai masa depan pembangunan Sumenep sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam memberi ruang bagi lahirnya inovasi generasi muda.
“Investasi terbaik bagi daerah adalah memberi kesempatan kepada pemuda untuk berkreasi dan membangun daerahnya sendiri,” tegasnya. (vin/nta)















