Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

Potensi Lokal jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Sumenep

badge-check


					Potensi Lokal jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Sumenep Perbesar

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai memetakan arah pembangunan ekonomi berdasarkan hasil analisis Shift Share. Hasilnya, terdapat enam sektor unggulan yang dinilai memiliki pertumbuhan cepat sekaligus daya saing kuat sehingga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, enam sektor yang masuk Kuadran I tersebut meliputi industri pengolahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan dan asuransi.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong perkembangan sektor lainnya.

“Karena itu, penguatan sektor unggulan tidak cukup hanya dalam bentuk kebijakan umum. Harus ada langkah konkret dan terukur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Arif.

Pada sektor industri pengolahan, Pemkab Sumenep mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar komoditas lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi. Langkah yang disiapkan antara lain pembangunan sentra pengolahan garam rakyat, pengembangan industri pengemasan tembakau dan olahan ikan, hingga revitalisasi pasar sebagai pusat distribusi produk olahan.

Sementara pada sektor transportasi dan pergudangan, pemerintah daerah menargetkan percepatan pembangunan pelabuhan serta peningkatan akses jalan menuju pelabuhan rakyat. Selain itu, kawasan logistik di wilayah Kalianget juga diproyeksikan menjadi penunjang rantai pasok hasil pertanian dan perikanan.

Di sektor konstruksi, fokus diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Sejumlah proyek jalan menjadi prioritas guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, pengembangan destinasi wisata bahari menjadi perhatian utama. Kawasan wisata seperti Gili Labak dan Gili Iyang akan terus diperkuat melalui promosi digital, peningkatan kualitas homestay, serta sertifikasi higienitas bagi pelaku usaha kuliner.

Di sisi lain, sektor informasi dan komunikasi juga mendapat perhatian khusus. Pemkab berupaya mempercepat pemerataan jaringan internet hingga desa-desa kepulauan, mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta meningkatkan literasi digital bagi pelaku UMKM.

Arif menegaskan, optimalisasi sektor-sektor unggulan tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Kabupaten Sumenep menuju struktur ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Jika seluruh potensi ini dikembangkan secara terarah, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Quick Wins untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

20 August 2026 - 19:12 WIB

Bappeda Sumenep Bawa Semangat Kemerdekaan dalam Perencanaan Pembangunan

18 August 2026 - 18:46 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Trending on Jatim