Menu

Dark Mode
Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

Nasional

Miftah Farid, Perawat di Ujung Negeri yang Tak Pernah Absen Mengabdi

badge-check


					Miftah Farid, Perawat di Ujung Negeri yang Tak Pernah Absen Mengabdi Perbesar

SUMENEP – Jauh dari hiruk-pikuk kota dan fasilitas kesehatan yang serba lengkap, pengabdian itu tetap menyala. Di Pulau Masakambing, salah satu pulau terluar Kabupaten Sumenep, sosok Miftah Farid hadir sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebagai tenaga kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), Miftah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Di tengah keterbatasan alat medis, akses transportasi, hingga minimnya sarana pendukung, dia tetap berdiri tegak memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Setiap hari, alumnus Keperawatan UMS Surabaya itu menjadi tempat pertama yang dituju masyarakat ketika sakit. Dari keluhan ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan serius, Miftah berupaya semaksimal mungkin memberikan pertolongan.

“Di sini bukan soal fasilitas, tapi soal tanggung jawab. Warga butuh pelayanan, dan saya harus ada untuk itu,” ujarnya.

Tak hanya melayani pasien di Ponkesdes, Miftah juga aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Dia kerap memberikan edukasi kesehatan, termasuk kepada para siswa di sekolah-sekolah di pulau tersebut. Baginya, pencegahan adalah langkah penting yang harus ditanamkan sejak dini.

“Kesehatan itu bukan hanya mengobati, tapi juga mengedukasi. Anak-anak harus paham bagaimana menjaga tubuh mereka sejak kecil,” katanya.

Medan yang sulit dan keterbatasan transportasi tak jarang menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. Justru, kondisi tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengabdi.

Pengabdian Miftah Farid menjadi cermin bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus hadir dengan kemewahan. Di tempat terpencil sekalipun, ketulusan dan komitmen mampu menjembatani kebutuhan masyarakat.

“Selama saya bertugas, saya iklas untuk mereka. Bahkan, saya mengobati pasien tidak hanya di ponkesdes, tapi datang ke rumah-rumah warga,” tegasnya.

Di ujung negeri, di pulau kecil yang jauh dari pusat kota, Miftah Farid membuktikan bahwa pengabdian sejati memang tidak mengenal batas. “Semoga kehadiran saya bermanfaat untuk mereka semua,” tandasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Trending on Jatim