Menu

Dark Mode
Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

Jatim

Jalan Bakti Kader PDI Perjuangan di Pulau Masalembu

badge-check


					SEDERHANA: Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath melakukan penanaman pohon durian di Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Minggu (14/12). Perbesar

SEDERHANA: Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath melakukan penanaman pohon durian di Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Minggu (14/12).

SUMENEP Langit Masalembu sore tadi seolah ikut menunduk, menyaksikan sebuah peristiwa penanaman pohon durian di Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu.

Menanam pohon durian sama halnya dengan menanam harapan. Itulah yang dilakukan Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Minggu (14/12).

Wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan itu menanam bibit pohon durian di Dusun Baru, Desa Masalima. Sebuah ikhtiar sunyi yang diserahkan kepada waktu.

Dengan langkah tenang, Darul berbaur dengan warga dan tanpa sekat. Tangan yang biasa menggenggam berkas kebijakan, hari itu menggenggam tanah. Bibit durian diturunkan ke liang bumi, disiram bukan hanya air, tetapi doa dan keyakinan. Sebab di Masalembu, menanam berarti percaya bahwa kesabaran akan menemukan balasannya.

Bagi Darul, pohon durian itu menjadi tanda dan tidak tumbuh dalam semalam, tidak pula berbuah dalam sekejap. Akan tetapi, pohon durian itu juga menunggu musim, seperti rakyat menunggu perhatian. Pohon durian itu mengakar kuat, seperti harapan yang dijaga. Dan kelak, ketika waktunya tiba, pohon terusebut memberi rasa.

“Pulau Masalembu itu pulau lintas yang dihuni oleh warga dengan penghidupan yang ditautkan pada laut, ladang, dan lahan pertanian yang kerap terlampaui oleh zaman. Di sanalah denyut hidup bergantung pada pasang-surut samudra dan kesabaran tanah yang digarap setia,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda. Ini adalah pesan yang disampaikan dengan bahasa bumi. Sebab, pembangunan tidak selalu harus keras dan tergesa, kadang perlu lirih dan setia. Seperti durian yang jatuh saat matang, kesejahteraan pun datang ketika proses dijalani dengan sabar.

“Menanam pohon adalah menanam keyakinan. Karena, menghijaukan bumi di tengah prahara lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan suatu keniscayaan demi keberlanjutan hidup hari ini dan warisan masa depan,” tandasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

28 June 2026 - 07:18 WIB

Trending on Jatim