Menu

Dark Mode
Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

Nasional

Bupati Fauzi Serukan Aparatur Melek Teknologi

badge-check


					Bupati Fauzi Serukan Aparatur Melek Teknologi Perbesar

SUMENEP – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep diminta untuk benar-benar menguasai teknologi sebagai jawaban atas tuntutan pelayanan publik di era digital.

Sebab, menurut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, percepatan transformasi digital itu merupakan keniscayaan. Tidak bisa lagi ditunda, dan harus menyesuaikan sebagai perkembangan zaman.

Dia menyatakan, ASN, PPPK, hingga PPPK paruh waktu harus tampil sebagai motor penggerak perubahan, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu sebagai aparatur pemerintah harus menguasai teknologi,” kata bupati Fauzi disela-sela prosesi penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di Stadion GOR A. Yani Pangligur, Senin (1/12).

Bupati Fauzi menyampaikan, perkembangan teknologi informasi telah menjadi elemen kunci dalam mendorong tata kelola pemerintahan modern yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, adaptasi digital merupakan kemampuan mutlak yang harus dikuasai setiap aparatur.

“ASN hendaknya adaptif dan memiliki kompetensi digital yang memadai guna memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.

Fauzi juga menekankan bahwa penguasaan teknologi bagi aparatur bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Teknologi diyakini mampu membuat pekerjaan lebih efektif, mempersingkat alur pelayanan, sekaligus meningkatkan akurasi informasi yang disampaikan kepada publik.

“Kami minta tidak ada pegawai yang gagap teknologi. Kalau pelayanan ingin maju, tentu saja SDM aparaturnya harus maju,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan seluruh aparatur untuk memupuk integritas, profesionalisme, dan tekad untuk terus belajar. Sebab, tantangan pembangunan daerah menuntut pegawai yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi hadir dengan ide, kreativitas, serta kemampuan mengikuti perkembangan zaman.

“Pemerintah membutuhkan pegawai yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi bekerja dengan ide, kreativitas, dan kemampuan mengikuti perkembangan zaman,” pungkasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Trending on Jatim