SUMENEP – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan pentingnya keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Hal itu disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Raudhatul Athfal (RA) sekaligus membuka kegiatan Bedah Instrumen Akreditasi di Aula Al Ikhlas Kemenag Sumenep, Kamis (18/6).
Menurut Abdul Wasid, profesi guru tidak sekadar menjadi pekerjaan, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai ibadah. Karena itu, setiap guru dituntut menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Keikhlasan harus menjadi dasar dalam mendidik. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mengabdi untuk mencetak generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Selain keikhlasan, guru juga harus memiliki empat kompetensi utama, yakni kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut dinilai menjadi syarat penting untuk mewujudkan proses pendidikan yang efektif dan bermutu.
Abdul Wasid juga mengingatkan pentingnya penguatan nilai spiritualitas dalam diri seorang pendidik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, sehingga tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan.
“Guru harus memiliki kekuatan spiritual yang baik. Dengan begitu, ilmu yang diberikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mampu membentuk akhlak dan karakter peserta didik,” katanya.
Melalui kegiatan bedah instrumen akreditasi ini, pihaknya berharap para guru dan pengelola RA semakin memahami standar mutu pendidikan yang menjadi indikator dalam proses akreditasi lembaga.
“Kami berharap seluruh RA di Kabupaten Sumenep semakin siap menghadapi akreditasi dan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang unggul, profesional, serta berdaya saing,” pungkasnya. (*/red)










