SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai menyiapkan langkah percepatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep meluncurkan skema quick wins atau program yang ditargetkan memberikan hasil dalam waktu relatif cepat.

Program tersebut menjadi bagian dari penyusunan roadmap ekonomi Sumenep. Skema ini dirancang agar pembangunan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi mampu diterjemahkan menjadi program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui quick wins, pemerintah daerah ingin menghadirkan pengungkit ekonomi jangka pendek. Sementara fondasi pembangunan ekonomi jangka menengah dan panjang tetap disiapkan secara berkelanjutan.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, percepatan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan target pembangunan yang hasilnya baru terlihat beberapa tahun ke depan. Pemerintah daerah juga harus memiliki program yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi dalam waktu lebih singkat.
”Pembangunan harus memberikan dampak yang bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, selain menyusun program jangka menengah dan panjang, perlu ada langkah cepat yang menjadi pengungkit ekonomi,” ujarnya.
Menurut Arif, dampak pembangunan harus diukur dari sejumlah indikator yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Mulai meningkatnya aktivitas usaha, terbukanya lapangan pekerjaan, bertambahnya investasi, hingga peningkatan pendapatan masyarakat.
Karena itu, penyusunan roadmap ekonomi Sumenep diarahkan agar memiliki target yang lebih terukur. Program yang dipilih tidak sekadar tercantum dalam dokumen perencanaan, tetapi memiliki indikator keberhasilan dan manfaat yang jelas.
Bappeda juga mendorong agar program quick wins dapat menjadi pemantik bagi sektor-sektor ekonomi potensial di Sumenep. Dengan demikian, kebijakan jangka pendek tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Arif menegaskan, pembangunan ekonomi membutuhkan kesinambungan. Program cepat diperlukan untuk memberikan dorongan awal, sedangkan kebijakan jangka menengah dan panjang menjadi fondasi agar pertumbuhan ekonomi dapat bertahan dan berkembang.
”Yang ingin kita bangun bukan hanya pertumbuhan sesaat, tetapi ekosistem ekonomi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya. (sil/nta)













