SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai memetakan arah pembangunan ekonomi berdasarkan hasil analisis Shift Share. Hasilnya, terdapat enam sektor unggulan yang dinilai memiliki pertumbuhan cepat sekaligus daya saing kuat sehingga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, enam sektor yang masuk Kuadran I tersebut meliputi industri pengolahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan dan asuransi.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong perkembangan sektor lainnya.
“Karena itu, penguatan sektor unggulan tidak cukup hanya dalam bentuk kebijakan umum. Harus ada langkah konkret dan terukur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Arif.
Pada sektor industri pengolahan, Pemkab Sumenep mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan agar komoditas lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi. Langkah yang disiapkan antara lain pembangunan sentra pengolahan garam rakyat, pengembangan industri pengemasan tembakau dan olahan ikan, hingga revitalisasi pasar sebagai pusat distribusi produk olahan.
Sementara pada sektor transportasi dan pergudangan, pemerintah daerah menargetkan percepatan pembangunan pelabuhan serta peningkatan akses jalan menuju pelabuhan rakyat. Selain itu, kawasan logistik di wilayah Kalianget juga diproyeksikan menjadi penunjang rantai pasok hasil pertanian dan perikanan.
Di sektor konstruksi, fokus diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur strategis dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Sejumlah proyek jalan menjadi prioritas guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, pengembangan destinasi wisata bahari menjadi perhatian utama. Kawasan wisata seperti Gili Labak dan Gili Iyang akan terus diperkuat melalui promosi digital, peningkatan kualitas homestay, serta sertifikasi higienitas bagi pelaku usaha kuliner.
Di sisi lain, sektor informasi dan komunikasi juga mendapat perhatian khusus. Pemkab berupaya mempercepat pemerataan jaringan internet hingga desa-desa kepulauan, mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta meningkatkan literasi digital bagi pelaku UMKM.
Arif menegaskan, optimalisasi sektor-sektor unggulan tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Kabupaten Sumenep menuju struktur ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Jika seluruh potensi ini dikembangkan secara terarah, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (vin/nta)











