Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

Miftah Farid, Perawat di Ujung Negeri yang Tak Pernah Absen Mengabdi

badge-check


					Miftah Farid, Perawat di Ujung Negeri yang Tak Pernah Absen Mengabdi Perbesar

SUMENEP – Jauh dari hiruk-pikuk kota dan fasilitas kesehatan yang serba lengkap, pengabdian itu tetap menyala. Di Pulau Masakambing, salah satu pulau terluar Kabupaten Sumenep, sosok Miftah Farid hadir sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebagai tenaga kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), Miftah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Di tengah keterbatasan alat medis, akses transportasi, hingga minimnya sarana pendukung, dia tetap berdiri tegak memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Setiap hari, alumnus Keperawatan UMS Surabaya itu menjadi tempat pertama yang dituju masyarakat ketika sakit. Dari keluhan ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan serius, Miftah berupaya semaksimal mungkin memberikan pertolongan.

“Di sini bukan soal fasilitas, tapi soal tanggung jawab. Warga butuh pelayanan, dan saya harus ada untuk itu,” ujarnya.

Tak hanya melayani pasien di Ponkesdes, Miftah juga aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Dia kerap memberikan edukasi kesehatan, termasuk kepada para siswa di sekolah-sekolah di pulau tersebut. Baginya, pencegahan adalah langkah penting yang harus ditanamkan sejak dini.

“Kesehatan itu bukan hanya mengobati, tapi juga mengedukasi. Anak-anak harus paham bagaimana menjaga tubuh mereka sejak kecil,” katanya.

Medan yang sulit dan keterbatasan transportasi tak jarang menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. Justru, kondisi tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus mengabdi.

Pengabdian Miftah Farid menjadi cermin bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus hadir dengan kemewahan. Di tempat terpencil sekalipun, ketulusan dan komitmen mampu menjembatani kebutuhan masyarakat.

“Selama saya bertugas, saya iklas untuk mereka. Bahkan, saya mengobati pasien tidak hanya di ponkesdes, tapi datang ke rumah-rumah warga,” tegasnya.

Di ujung negeri, di pulau kecil yang jauh dari pusat kota, Miftah Farid membuktikan bahwa pengabdian sejati memang tidak mengenal batas. “Semoga kehadiran saya bermanfaat untuk mereka semua,” tandasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

25 August 2026 - 19:08 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Quick Wins untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

20 August 2026 - 19:12 WIB

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak

19 August 2026 - 19:28 WIB

Bappeda Sumenep Bawa Semangat Kemerdekaan dalam Perencanaan Pembangunan

18 August 2026 - 18:46 WIB

Trending on Nasional