Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Jatim

DPRD Sumenep Dorong Desa Mandiri Usai Pemotongan Dana Desa 2026

badge-check

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya kemandirian desa dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan. Penegasan itu menyusul adanya kebijakan pemotongan dana desa pada tahun anggaran 2026.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar mengatakan, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk mulai berpikir lebih visioner dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

Menurutnya, desa perlu didorong menjadi wilayah yang mandiri secara finansial agar mampu membiayai berbagai program pembangunan tanpa ketergantungan berlebihan pada pemerintah pusat.

“Jika desa sudah mandiri secara finansial, maka pembangunan dapat berjalan berkelanjutan karena tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Hairul mengungkapkan, selama ini tingkat ketergantungan desa terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi. Bahkan, sekitar 95 persen keuangan desa di Kabupaten Sumenep masih bersumber dari transfer pusat, baik melalui dana desa maupun alokasi dana desa (ADD).

Karena itu, dia menilai sudah saatnya desa-desa mulai mengembangkan potensi lokal yang dimiliki sebagai sumber penguatan ekonomi.

“Kreativitas dan inovasi masyarakat desa harus terus didorong agar potensi yang ada bisa memberikan nilai tambah,” katanya.

Hairul menambahkan, kondisi tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Sumenep yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, pekebun, dan nelayan.

Menurut dia, potensi sumber daya alam yang dimiliki desa perlu dikelola secara kreatif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi alam yang kita miliki harus diolah dengan kreativitas agar menghasilkan nilai tambah. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada subsidi atau bantuan dana dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dia berharap, melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, desa-desa di Kabupaten Sumenep mampu tumbuh sebagai wilayah yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

25 August 2026 - 19:08 WIB

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak

19 August 2026 - 19:28 WIB

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Trending on Jatim