SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya kemandirian desa dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan. Penegasan itu menyusul adanya kebijakan pemotongan dana desa pada tahun anggaran 2026.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar mengatakan, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk mulai berpikir lebih visioner dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, desa perlu didorong menjadi wilayah yang mandiri secara finansial agar mampu membiayai berbagai program pembangunan tanpa ketergantungan berlebihan pada pemerintah pusat.
“Jika desa sudah mandiri secara finansial, maka pembangunan dapat berjalan berkelanjutan karena tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Hairul mengungkapkan, selama ini tingkat ketergantungan desa terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi. Bahkan, sekitar 95 persen keuangan desa di Kabupaten Sumenep masih bersumber dari transfer pusat, baik melalui dana desa maupun alokasi dana desa (ADD).
Karena itu, dia menilai sudah saatnya desa-desa mulai mengembangkan potensi lokal yang dimiliki sebagai sumber penguatan ekonomi.
“Kreativitas dan inovasi masyarakat desa harus terus didorong agar potensi yang ada bisa memberikan nilai tambah,” katanya.
Hairul menambahkan, kondisi tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Sumenep yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, pekebun, dan nelayan.
Menurut dia, potensi sumber daya alam yang dimiliki desa perlu dikelola secara kreatif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi alam yang kita miliki harus diolah dengan kreativitas agar menghasilkan nilai tambah. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada subsidi atau bantuan dana dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Dia berharap, melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, desa-desa di Kabupaten Sumenep mampu tumbuh sebagai wilayah yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (vin/nta)















