SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan strategi pembangunan jangka menengah yang menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan selama lima tahun ke depan. Strategi tersebut dirancang untuk memastikan visi dan misi kepala daerah dapat diterjemahkan ke dalam program yang terukur, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, strategi pembangunan dalam RPJMD 2025–2029 disusun secara komprehensif dengan memadukan perencanaan strategis dan perencanaan operasional. Perencanaan strategis diarahkan untuk mencapai visi dan misi kepala daerah, sedangkan perencanaan operasional difokuskan pada peningkatan kinerja pelayanan di setiap urusan pemerintahan.

“RPJMD menjadi pedoman pembangunan lima tahun ke depan. Seluruh strategi yang dirumuskan diarahkan agar tujuan dan sasaran pembangunan dapat tercapai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Arif.
Menurut dia, terdapat tujuh strategi utama yang akan menjadi fokus pembangunan Kabupaten Sumenep. Pertama, meningkatkan produktivitas masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja.
Kedua, memperkuat harmonisasi sosial melalui pembangunan yang inklusif dan kolaboratif. Ketiga, memperluas perlindungan sosial yang adaptif dengan memastikan ketepatan data sasaran sehingga bantuan pemerintah lebih tepat guna.
Selanjutnya, pemerintah daerah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui penciptaan iklim investasi yang berkualitas serta peningkatan produktivitas ekonomi dari sektor hulu hingga hilir.
Di sisi tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi tetap menjadi prioritas. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat sistem manajemen pemerintahan yang adaptif, transparan, berorientasi pada hasil, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif.
Selain itu, pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada peningkatan konektivitas jalan, transportasi, telekomunikasi antarkawasan, serta perluasan akses energi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Seluruh strategi tersebut saling berkaitan. Tujuannya bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” jelasnya.
Arif menambahkan, aspek lingkungan hidup juga menjadi perhatian penting dalam RPJMD 2025–2029. Pemerintah daerah akan memperkuat ekosistem lingkungan melalui peningkatan ketahanan air serta penguatan mitigasi dan penanggulangan bencana sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
“Dengan strategi yang terarah dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target-target pembangunan Kabupaten Sumenep selama lima tahun mendatang dapat diwujudkan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (vin/nta)










