Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Jatim

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

badge-check


					Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat Perbesar

 

SUMENEP – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendukung pembangunan rendah karbon mulai menunjukkan hasil. Sepanjang 2024, potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di daerah paling timur Pulau Madura itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Sistem Registri Aksi Mitigasi Perubahan Iklim (AKSARA) milik Kementerian PPN/Bappenas, Kabupaten Sumenep telah melaksanakan 84 kegiatan aksi perubahan iklim dengan total potensi penurunan emisi kumulatif mencapai 94.528,3 ton CO2e. Sementara itu, intensitas emisi tercatat sebesar 2,6 ton CO2e per miliar rupiah.

Dari capaian tersebut, potensi penurunan emisi pada 2024 meningkat 9.011,115 ton CO2e atau 10,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa berbagai program mitigasi perubahan iklim yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif terhadap pengendalian emisi.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, peningkatan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

“Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, berbagai program yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, hingga rehabilitasi kawasan terus kami dorong agar memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi,” ujarnya.

Menurut Arif, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep mulai diarahkan agar tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti peningkatan emisi karbon.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Sebab, tantangan perubahan iklim masih cukup besar sehingga diperlukan konsistensi dalam menjalankan aksi mitigasi di berbagai sektor.

“Peningkatan potensi penurunan emisi ini merupakan modal yang baik. Namun yang lebih penting adalah menjaga keberlanjutan program tersebut agar penurunan emisi terus terjadi setiap tahun dan mendukung target pembangunan rendah karbon maupun target net zero emission di masa mendatang,” tegasnya. (vin/nta)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

25 August 2026 - 19:08 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Trending on Pemerintahan