Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

Perempuan Garda Terdepan Bangsa, Pesan Said Abdullah di Sumenep

badge-check

SUMENEP – Ratusan perempuan memadati Ballroom Hotel De Baghraf, Sumenep, Rabu (11/2). Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai ibu rumah tangga hingga mahasiswa.

Siang itu, mereka mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura) dari Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada tataran konsep. Para narasumber mengaitkan dengan nilai-nilai kebangsaan dengan realitas keseharian masyarakat.

Dua narasumber dihadirkan dalam forum tersebut, yakni Hodaifah dan Indayani. Turut mendampingi, tenaga ahli MH Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H.

Hodaifah menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukanlah hal baru. Materi tersebut, kata dia, telah dipelajari sejak bangku sekolah. Namun, implementasinya kerap belum maksimal.

“Empat Pilar ini sudah kita pelajari sejak SMP. Persoalannya bukan pada tahu atau tidak tahu, tetapi pada bagaimana kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut dia, Pancasila tidak cukup dihafal sebagai lima sila. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus tercermin dalam sikap dan tindakan. Termasuk dalam cara memperlakukan sesama di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dia juga menyoroti peran strategis perempuan dalam merawat kebangsaan. Kontribusi terhadap bangsa, lanjutnya, tidak selalu identik dengan jabatan formal.

“Menjadi ibu rumah tangga dan mendidik anak dengan baik adalah kontribusi besar. Dari keluarga yang kuat, lahir generasi yang kuat,” tegasnya.

Selain itu, Hodaifah mengingatkan pentingnya memahami hak dan kewajiban konstitusional. UUD 1945 telah menjamin persamaan di depan hukum, hak atas pekerjaan, serta kebebasan beragama. Tantangannya adalah memastikan implementasi berjalan adil dan merata.

Sementara itu, Indayani mengulas pentingnya menjaga harmoni dalam masyarakat multikultural. Indonesia, kata dia, berdiri di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan ras.

“Keberagaman adalah kekayaan. Jangan sampai perbedaan justru menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa intoleransi bisa tumbuh dari hal-hal kecil, termasuk candaan yang merendahkan identitas tertentu. Karena itu, sikap saling menghormati harus dijaga, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.

Indayani juga menyinggung posisi strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra dengan sumber daya alam melimpah. Potensi itu, menurutnya, hanya dapat dikelola optimal jika masyarakat solid dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan. Di akhir kegiatan, pesan yang menguat adalah pentingnya mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan secara nyata, yakni dimulai dari rumah masing-masing, lingkungan sekitar, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Quick Wins untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

20 August 2026 - 19:12 WIB

Bappeda Sumenep Bawa Semangat Kemerdekaan dalam Perencanaan Pembangunan

18 August 2026 - 18:46 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Trending on Jatim