SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menunjukkan optimisme tinggi dalam menekan angka pengangguran terbuka pada 2025.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pada periode keduanya ini pemerintah daerah fokus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Fauzi, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi salah satu indikator penting dalam misi besar Pemkab Sumenep untuk membangun masyarakat yang mandiri dan memiliki taraf hidup lebih baik.
“Kami tetap optimis, karena trennya terus turun,” ujar Achmad Fauzi.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, angka pengangguran dalam lima tahun terakhir menunjukkan grafik yang relatif membaik.
Pada 2020, tercatat 18.952 penganggur. Jumlah tersebut turun menjadi 15.630 orang pada 2021 dan kembali menyusut menjadi 9.153 orang pada 2022. Meski sempat naik menjadi 12.463 orang pada 2023, angka itu kembali turun pada 2024 menjadi 12.261 orang.
Secara persentase, TPT Sumenep pada 2023 berada di angka 1,71 persen. Pada 2024, turun tipis menjadi 1,69 persen atau terkoreksi 0,2 persen. “Memang pada 2023 ada sedikit kenaikan. Tapi tetap, TPT kita menjadi yang terendah di Jawa Timur. Tahun ini kami yakin kembali turun,” tegas Bupati Fauzi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menambahkan, berbagai langkah konkret terus dijalankan untuk menjaga tren positif tersebut. Mulai dari program wirausaha santri, gelaran job fair, hingga pelatihan SDM profesi khusus. Selain itu, Pemkab juga memperkuat pembinaan UMKM, mendorong akses kredit tanpa bunga (0 persen) bagi pelaku usaha kecil, serta menarik investasi baru yang mampu membuka lapangan kerja lebih luas.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan banyak pihak, upaya ini terus memberi dampak positif untuk masyarakat,” pungkasnya. (vin/nta)














