SUMENEP – Tahapan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep mulai mengerucut. Hasil assesment penilaian kompetensi dan potensi yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) pada Rabu (5/2) mencatat, satu dari tujuh peserta yang mengikuti assesment dinyatakan tidak lolos.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Panitia Seleksi Nomor 12/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, semula terdapat delapan pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Namun, satu orang memilih mengundurkan diri sebelum assesment dilaksanakan. Alhasil, hanya tujuh peserta yang hadir mengikuti tahapan krusial tersebut.

Dari tujuh peserta yang mengikuti assesment (penilaian kompetensi dan potensi) seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, ternyata hanya ada enam peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Sementara, satu peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil penilaian kompetensi dan potensi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
Satu peserta yang gugur tersebut adalah Eri Susanto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep. Gugurnya pejabat teknis strategis ini cukup menyita perhatian, mengingat yang bersangkutan selama ini dikenal sebagai figur birokrat senior dengan pengalaman panjang di pemerintahan daerah.
Panitia Seleksi menyebut, penetapan hasil assesment merujuk pada Surat Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Nomor 800.1.14.2/78312/U.6/2026 tertanggal 5 Februari 2026 tentang Penyampaian Hasil Penilaian Kompetensi dan Potensi. Penilaian dilakukan secara objektif dan terukur, mencakup aspek manajerial, sosial kultural, serta potensi kepemimpinan strategis.
“Keputusan panitia seleksi secara terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Sumenep bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian keterangan yang tertuang dalam dokumen resmi Pansel.
Dengan hasil ini, persaingan menuju kursi Sekda Sumenep makin ketat. Enam nama yang lolos assesment akan melaju ke tahapan seleksi berikutnya, sebelum akhirnya ditentukan tiga besar calon yang akan diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. (*/nta)














