SUMENEP – Kabupaten Sumenep makin memantapkan diri sebagai daerah tujuan investasi potensial di Jawa Timur (Jatim)
Melalui ajang Sumenep Investment Summit (SIS) 2025), Pemkab Sumenep sukses menarik perhatian investor. Terbukti, pada 2024 nilai investasi tembus Rp 2,74 triliun, lebih tinggi dibanding 2023 sebesar Rp 2,1 triliun.

Kegiatan SIS yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep belum lama itu dihadiri langsung Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, para pelaku usaha, investor nasional, dan perwakilan lembaga keuangan.
“Forum ini bukan seremonial. Ini momentum memperkenalkan potensi dan peluang investasi Sumenep kepada dunia usaha. Kami siap memfasilitasi dengan pelayanan cepat, mudah, dan transparan,” kata KH. Imam Hasyim, Wakil Bupati Sumenep.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, kenaikan investasi itu didukung 16.956 unit usaha yang telah beroperasi dan menyerap 38.009 tenaga kerja lokal.
“Pertumbuhan ekonomi Sumenep mencapai 3,77 persen, sementara inflasi year on year (YoY) masih terkendali di angka 3,2 persen,” jelas Imam Hasyim.
Menariknya, ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Sumenep pada 2024 tercatat 4,95, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jawa Timur (5,65) dan nasional (6,67). Kondisi itu menandakan efisiensi ekonomi daerah semakin baik.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia usaha, Pemkab Sumenep telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) 34 dan 35 Tahun 2024 tentang fasilitasi, insentif, dan kemudahan penanaman modal. Regulasi itu merupakan turunan dari Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Pemerintah ingin setiap investor merasa aman dan nyaman. Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang inklusif, ramah, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ajang SIS 2025 mengangkat tema “Investment Challenges and Opportunities in Sumenep Regency” dan dirangkai dengan sejumlah agenda, seperti forum dialog investasi dan bisnis, fasilitasi permodalan UMKM, peluncuran pasar pariwisata, bazar produk lokal, serta atraksi musik Ul-Daul khas Madura.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
“Sumenep kini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga destinasi investasi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor untuk bersama-sama membangun Madura Timur,” tandas kiai Imam Hasyim. (*/nta)














