Menu

Dark Mode
Perkuat Zona Integritas, Kemenag Sumenep Fokus Tingkatkan Layanan Publik yang Bersih Tujuh ASN Kemenag Sumenep Terima SK Kenaikan Pangkat saat Apel Pagi Kemenag Sumenep Dorong Transformasi Pendidikan di Era Disrupsi Kamenag Abdul Wasid Tekankan Peran Orang Tua Jaga Hafalan Al-Qur’an Gelar Market Day, FIES Sumenep Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini kepada Siswa KI Sumenep Gandeng UNIBA, Genjot Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Nasional

MH Said Abdullah: APBN 2026 Diharapkan Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Rakyat

badge-check


					Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah Perbesar

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah

JAKARTA – Rapat pembahasan RAPBN 2026 antara Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah berakhir dengan sejumlah kesepakatan penting. Dari asumsi makro, indikator kesejahteraan, hingga postur anggaran, semuanya dipandang sebagai pondasi bagi arah pembangunan bangsa tahun depan.

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah menyatakan, kesepakatan ini bukan semata soal angka-angka di atas kertas. Lebih dari itu, APBN 2026 diharapkan menjadi alat untuk menumbuhkan optimisme sekaligus memperkuat daya tahan rakyat.

Menurut Said Abdullah, target pertumbuhan ekonomi ditetapkan sebesar 5,4 persen. Angka itu harus dibaca sebagai pijakan menuju cita-cita jangka menengah, di mana ekonomi Indonesia diharapkan bisa melaju hingga 7–8 persen. Untuk mencapainya, dia menekankan pentingnya stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.

“Pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia dituntut mampu menjalankan bauran kebijakan fiskal dan moneter yang gesit, kreatif, dan konsolidatif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, banggar bersama pemerintah juga menyepakati tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) di level 6,9 persen. Harapannya, biaya utang negara tetap efisien meski dunia sedang dilanda ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi.

Selain menjaga stabilitas, pemerintah juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Upaya itu dilakukan dengan meningkatkan produksi minyak bumi dalam negeri sekaligus memperbesar porsi energi baru dan terbarukan.

Tak berhenti di aspek makro, RAPBN 2026 kali ini menambahkan tiga indikator kesejahteraan baru. Di antaranya, indeks kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja formal, dan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita. Indikator ini, kata Said, penting agar pembangunan bisa terukur langsung dampaknya terhadap rakyat kecil.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan, pembangunan harus diarahkan untuk menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta memperkecil kesenjangan sosial. Di saat yang sama, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kelestarian lingkungan tak boleh dikesampingkan.

Dari hasil pembahasan, terjadi sejumlah perubahan alokasi anggaran. Di antaranya tambahan penerimaan cukai Rp 1,7 triliun, peningkatan PNBP dari enam kementerian/lembaga sebesar Rp 4,1 triliun, tambahan belanja K/L Rp 12,3 triliun, serta kenaikan dana transfer ke daerah hingga Rp 43 triliun.

“Intinya, RAPBN 2026 bukan hanya instrumen fiskal. Dia adalah senjata untuk melindungi rumah tangga miskin dan rentan. Di saat yang sama, APBN harus jadi motor kebangkitan industri nasional, logistik, pariwisata, UMKM, hingga sektor kreatif,” tandasnya. (vin/nta)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tujuh ASN Kemenag Sumenep Terima SK Kenaikan Pangkat saat Apel Pagi

11 May 2026 - 07:18 WIB

Kamenag Abdul Wasid Tekankan Peran Orang Tua Jaga Hafalan Al-Qur’an

3 May 2026 - 06:51 WIB

KI Sumenep Gandeng UNIBA, Genjot Literasi Keterbukaan Informasi Publik

22 April 2026 - 17:28 WIB

Sidang Perdana 2026, KI Sumenep Mulai Garap Sengketa CSR Migas dan APBDes

6 April 2026 - 06:34 WIB

Mesin Pengolah Sampah TPA Torbang Diharapkan Dongkrak PAD Sumenep

24 February 2026 - 18:56 WIB

Trending on Nasional