SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep kembali menjadi rujukan dalam pembangunan Zona Integritas (ZI). Kali ini, rombongan Kemenag Kota Pasuruan melakukan studi tiru ke Kemenag Sumenep untuk mempelajari strategi percepatan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Selasa (23/6).
Kunjungan yang berlangsung di ruang rapat Kemenag Sumenep itu disambut langsung Kasubbag Tata Usaha Muh. Rifa’i Hasyim bersama jajaran Tim Zona Integritas. Hadir pula Koordinator Area I dari Seksi Bimas Islam, Koordinator Area III dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), sekretaris tim, serta anggota Tim ZI Kemenag Sumenep.

Kepala Kemenag Kota Pasuruan Rasidi menjelaskan, studi tiru tersebut bertujuan mendalami pemenuhan rincian output atau eviden pada enam area perubahan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). Selain itu, pihaknya juga ingin mempelajari berbagai inovasi layanan publik yang telah diterapkan Kemenag Sumenep.
“Kami berharap dapat belajar banyak dari Kemenag Sumenep. Terima kasih atas dedikasi dan komitmen seluruh Tim ZI yang telah bersedia berbagi pengalaman,” ujarnya.
Menurut Rasidi, Kemenag Sumenep dinilai berhasil dalam tata kelola PMPZI dan memiliki sejumlah inovasi layanan yang layak menjadi referensi bagi satuan kerja lain.
Sementara itu, Ketua Tim ZI Kemenag Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim menyambut baik kunjungan tersebut. Dia berharap kegiatan studi tiru dapat memperkuat sinergi antarsatuan kerja dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Semoga melalui kegiatan ini terjalin kolaborasi yang semakin kuat untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/red)










