SUMENEP – Kesuksesan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, tidak diraih secara instan. Di balik karier politiknya yang gemilang, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh lika-liku, mulai dari menjadi tukang cuci mobil hingga sales keripik tempe di Jakarta.
Pria kelahiran Sumenep, 22 Oktober 1962 itu mengaku telah mengenal dunia politik sejak masih duduk di bangku SMA. Ketika menjadi siswa kelas tiga di SMAN 1 Sumenep, ia dipercaya mengemban jabatan Sekretaris DPC PDI Sumenep sekaligus aktif di organisasi kepemudaan partai.

“Sejak remaja saya sudah terlibat dalam aktivitas politik. Itu menjadi awal perjalanan panjang saya hingga sekarang,” ungkap Said dalam sebuah kesempatan.
Usai menamatkan pendidikan menengah, Said merantau ke Jakarta. Kehidupan di ibu kota tidak selalu berjalan mulus. Untuk bertahan hidup, ia pernah bekerja sebagai tukang cuci mobil dan menjajakan keripik tempe dari pintu ke pintu.
Berbekal tekad dan keberanian, ia terus berusaha memperbaiki taraf hidupnya. Pengalaman tersebut menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter pekerja keras dan pantang menyerah.
Di sisi lain, kiprahnya di dunia politik terus berkembang. Kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri semakin memperkuat langkahnya dalam organisasi partai. Pada usia 23 tahun, ia tercatat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Pusat dan menjadi salah satu yang termuda di Indonesia saat itu.
Karier profesionalnya juga mengalami peningkatan pesat. Said pernah menekuni bisnis batu bara dengan kapasitas pasokan ratusan ribu ton per tahun. Bahkan, pada akhir 1990-an, pendapatannya disebut mencapai puluhan juta rupiah per bulan, angka yang tergolong sangat besar pada masa tersebut.
Karena itu, ketika mendapat tawaran untuk maju sebagai calon anggota legislatif, ia sempat menolak. Menurutnya, secara ekonomi ia sudah merasa cukup. Namun dorongan partai membuatnya akhirnya menerima amanah tersebut.
Awalnya, Said lebih tertarik menjadi wakil rakyat di tingkat daerah. Akan tetapi, keputusan partai menugaskannya maju ke DPR RI dari daerah pemilihan Madura. Tantangan itu diterima dengan segala konsekuensinya.
Perjuangan panjang tersebut berbuah hasil pada Pemilu 2009. Setelah melalui proses meyakinkan masyarakat Madura, ia berhasil meraih kursi di Senayan dan memulai pengabdian sebagai wakil rakyat.
Kisah hidup Said Abdullah menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemudahan. Dari seorang sales keripik tempe hingga menjadi salah satu politisi berpengaruh di tingkat nasional, perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah nasib seseorang. (*)











