Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

Dari Sales Keripik Tempe ke Senayan, Jejak Perjuangan Said Abdullah

badge-check


					Dari Sales Keripik Tempe ke Senayan, Jejak Perjuangan Said Abdullah Perbesar

SUMENEP – Kesuksesan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, tidak diraih secara instan. Di balik karier politiknya yang gemilang, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh lika-liku, mulai dari menjadi tukang cuci mobil hingga sales keripik tempe di Jakarta.

Pria kelahiran Sumenep, 22 Oktober 1962 itu mengaku telah mengenal dunia politik sejak masih duduk di bangku SMA. Ketika menjadi siswa kelas tiga di SMAN 1 Sumenep, ia dipercaya mengemban jabatan Sekretaris DPC PDI Sumenep sekaligus aktif di organisasi kepemudaan partai.

“Sejak remaja saya sudah terlibat dalam aktivitas politik. Itu menjadi awal perjalanan panjang saya hingga sekarang,” ungkap Said dalam sebuah kesempatan.

Usai menamatkan pendidikan menengah, Said merantau ke Jakarta. Kehidupan di ibu kota tidak selalu berjalan mulus. Untuk bertahan hidup, ia pernah bekerja sebagai tukang cuci mobil dan menjajakan keripik tempe dari pintu ke pintu.

Berbekal tekad dan keberanian, ia terus berusaha memperbaiki taraf hidupnya. Pengalaman tersebut menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter pekerja keras dan pantang menyerah.

Di sisi lain, kiprahnya di dunia politik terus berkembang. Kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri semakin memperkuat langkahnya dalam organisasi partai. Pada usia 23 tahun, ia tercatat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Pusat dan menjadi salah satu yang termuda di Indonesia saat itu.

Karier profesionalnya juga mengalami peningkatan pesat. Said pernah menekuni bisnis batu bara dengan kapasitas pasokan ratusan ribu ton per tahun. Bahkan, pada akhir 1990-an, pendapatannya disebut mencapai puluhan juta rupiah per bulan, angka yang tergolong sangat besar pada masa tersebut.

Karena itu, ketika mendapat tawaran untuk maju sebagai calon anggota legislatif, ia sempat menolak. Menurutnya, secara ekonomi ia sudah merasa cukup. Namun dorongan partai membuatnya akhirnya menerima amanah tersebut.

Awalnya, Said lebih tertarik menjadi wakil rakyat di tingkat daerah. Akan tetapi, keputusan partai menugaskannya maju ke DPR RI dari daerah pemilihan Madura. Tantangan itu diterima dengan segala konsekuensinya.

Perjuangan panjang tersebut berbuah hasil pada Pemilu 2009. Setelah melalui proses meyakinkan masyarakat Madura, ia berhasil meraih kursi di Senayan dan memulai pengabdian sebagai wakil rakyat.

Kisah hidup Said Abdullah menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemudahan. Dari seorang sales keripik tempe hingga menjadi salah satu politisi berpengaruh di tingkat nasional, perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah nasib seseorang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

Bappeda Sumenep Siapkan Quick Wins untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

20 August 2026 - 19:12 WIB

Bappeda Sumenep Bawa Semangat Kemerdekaan dalam Perencanaan Pembangunan

18 August 2026 - 18:46 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Trending on Jatim