SUMENEP – Momentum wisuda Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada seremoni. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, saat memberikan tausiah pada kegiatan Tasmi’ Akbar VII dan Wisuda Al-Qur’an XV SDIT Al Hidayah Sumenep, Sabtu (2/5).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Islamic Center Bindara Saod itu dihadiri ratusan siswa, wali murid, serta dewan guru SDIT Al Hidayah Sumenep.

Dalam tausiahnya, Abdul Wasid menegaskan bahwa wisuda Al-Qur’an bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Para siswa diminta terus menjaga hafalan melalui murojaah serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan. Anak-anak harus terus murojaah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai akhlak dalam kehidupan,” tegasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menjaga konsistensi hafalan anak. Menurutnya, keberhasilan membentuk generasi Qur’ani tidak lepas dari sinergi antara sekolah dan keluarga.
“Peran orang tua sangat penting. Pendampingan di rumah menjadi kunci agar hafalan anak tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan Tasmi’ Akbar dan wisuda Al-Qur’an ini menjadi agenda tahunan sekolah dalam meneguhkan komitmen mencetak generasi unggul. Tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat.
Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi wisuda. Para siswa tampak sumringah saat menerima penghargaan atas capaian hafalan mereka, disambut tepuk tangan para orang tua yang hadir.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an terus tumbuh dan mendapat dukungan luas di Kabupaten Sumenep. (*)












