Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Jatim

MH Said Abdullah: Empat Pilar Kebangsaan Benteng Pemuda di Tengah Arus Ideologi Global semakin Meluas

badge-check


					MH Said Abdullah: Empat Pilar Kebangsaan Benteng Pemuda di Tengah Arus Ideologi Global semakin Meluas Perbesar

SUMENEP — Derasnya arus informasi digital dan menguatnya ideologi transnasional yang kerap mengaburkan jati diri bangsa, penguatan nilai kebangsaan bagi generasi muda tentu menjadi semakin mendesak. Atas kegelisahan tersebht, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi pemuda dan mahasiswa Kabupaten Sumenep, Senin pagi, (22/12).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep, tersebut tak hanya diisi pemaparan materi. Forum tersebut juga dibuka sebagai ruang dialog kritis, tempat peserta mendiskusikan kembali makna berbangsa dan bernegara di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat.

Empat pilar kebangsaan itu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ke empat materi tersebut bertujuan sebagai fondasi utama kehidupan bernegara. Dua tenaga ahli MH Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., turut mendampingi jalannya kegiatan.

Narasumber Amir Syarifuddin menegaskan, keempat pilar itu tidak dapat dipahami secara terpisah. “Indonesia ibarat sebuah bangunan besar. Ia hanya akan kokoh jika seluruh pilarnya dijaga dan dirawat bersama,” kata Amir di hadapan peserta.

Menurut Amir, pengamalan Pancasila tidak cukup berhenti pada hafalan. Nilai-nilainya harus dihidupi dalam keseharian agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham yang berpotensi merusak persatuan. Ia juga menekankan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama.

“Nilai keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan dalam Pancasila sejalan dengan prinsip universal agama. Sejarah mencatat, para ulama telah menerima Pancasila sebagai dasar negara dan perekat kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Khoirussoleh, menyampaikan bahwa Pancasila merupakan hasil ijtihad para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang mampu merangkul kemajemukan Indonesia. Ia menyebut Pancasila lahir dari musyawarah panjang yang mempertimbangkan realitas sosial, budaya, dan keagamaan bangsa.

“Pancasila adalah identitas dan karakter bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai moderasi yang relevan untuk menjawab tantangan global hari ini,” kata Khoirussoleh.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak memandang empat pilar kebangsaan sebatas konsep normatif. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, harus menjadi pedoman sikap, termasuk dalam ruang digital yang kerap menjadi medan pertarungan ideologi.

“Kecintaan pada negara tercermin dari keterlibatan aktif warga negara: menjaga demokrasi, menghormati perbedaan, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Keberagaman adalah keniscayaan, dan dari sanalah persatuan dibangun, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun

25 August 2026 - 19:08 WIB

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Fokus Sektor Penggerak

19 August 2026 - 19:28 WIB

Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan

6 July 2026 - 12:00 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Trending on Jatim