Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Pemerintahan

Sumenep Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Biru Jawa Timur

badge-check


					Sumenep Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Biru Jawa Timur Perbesar

SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali memperoleh posisi strategis dalam arah pembangunan jangka panjang Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur 2023–2043, kabupaten paling timur di Pulau Madura itu diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis kelautan dan kepulauan.

Penetapan tersebut tertuang dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Perwujudan Kawasan Ekonomi Unggulan melalui Sistem Agropolitan Kepulauan Madura yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dalam sistem tersebut, Sumenep mendapat peran sebagai pusat pengembangan industri garam nasional.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, penetapan itu sejalan dengan potensi yang dimiliki daerah. Sumenep memiliki garis pantai yang panjang, kondisi iklim yang mendukung, serta tradisi produksi garam rakyat yang telah berkembang secara turun-temurun.

“RTRW Provinsi Jawa Timur menempatkan Sumenep sebagai kawasan strategis berbasis kelautan dan kepulauan. Industri garam menjadi lokomotif utama yang akan diperkuat melalui pengembangan sektor perikanan, pariwisata bahari, hingga layanan kepelabuhanan,” ujarnya.

Menurut Arif, arah kebijakan tersebut semakin mempertegas posisi Sumenep sebagai kawasan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, penguatan ekonomi maritim, serta pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Dia menuturkan, pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Potensi kelautan yang dimiliki Sumenep sangat besar. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” katanya.

Arif menambahkan, melalui arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam RTRW Jawa Timur 2023–2043, Kabupaten Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan kawasan timur Jawa Timur dan Madura. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Sumenep sebagai penopang utama ekonomi biru (blue economy) di tingkat provinsi.

“Dengan penetapan sebagai kawasan strategis provinsi, berbagai program pembangunan diharapkan semakin terfokus pada penguatan sektor unggulan daerah, mulai dari industri garam, perikanan, pelabuhan, hingga pariwisata bahari yang saling terintegrasi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” katanya. (vin/nta)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

20 August 2026 - 01:46 WIB

Trending on Pemerintahan