SUMENEP – Pemkab Sumenep melalui Bappeda kembali mengaktifkan Program PosCurhat. Fasilitas tersebut menjadi ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, kebutuhan, maupun gagasan terkait pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, PosCurhat tidak sekadar disiapkan sebagai kanal pengaduan. Program itu diharapkan menjadi instrumen pemerintah untuk menangkap persoalan masyarakat dari tingkat bawah dan memastikan aspirasi mendapat tindak lanjut.

“Media ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi kepada pemerintah. Setiap gagasan dan persoalan yang terjadi pasti akan ditindaklanjuti oleh Pemkab,” ujarnya, Rabu (20/8).
Menurut Arif, penguatan PosCurhat juga menjadi bagian dari implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Karena itu, perempuan mendapat perhatian agar memiliki ruang yang lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan dan kepentingannya.
Bappeda berencana memperluas PosCurhat hingga seluruh desa. Dengan begitu, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa harus menunggu forum resmi pemerintah.
“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” katanya.
Arif mengakui, PosCurhat sebenarnya pernah berjalan di sejumlah desa. Namun, dalam perkembangannya fasilitas tersebut tidak lagi aktif secara maksimal.
“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu untuk menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.
Dia berharap PosCurhat menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Aspirasi yang masuk diharapkan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi menjadi bahan dalam menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan.
“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” tandasnya. (sil/nta)









