SUMENEP – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya saing global sekaligus sejahtera. Arah pembangunan tersebut menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai fondasi utama untuk mendorong kemajuan daerah di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan SDM yang unggul bukan hanya diukur dari kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pembangunan manusia harus dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perlindungan sosial.
“SDM yang berdaya saing global adalah SDM yang memiliki kompetensi, karakter, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Namun, daya saing itu harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, terdapat lima fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam membangun SDM berkualitas. Pertama, meningkatkan akses dan mutu pendidikan agar masyarakat memiliki pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kedua, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan sehingga masyarakat memiliki kondisi fisik dan mental yang prima sebagai modal produktivitas. Ketiga, meningkatkan daya beli masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah dan penciptaan kesempatan kerja.
Selanjutnya, pemerintah juga terus memperkuat sistem perlindungan sosial yang adaptif agar mampu memberikan perlindungan kepada kelompok rentan ketika menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi.
Selain itu, peningkatan daya saing generasi muda menjadi perhatian penting. Menurut Arif, pemuda harus dipersiapkan menjadi motor penggerak pembangunan melalui penguatan kompetensi, inovasi, kewirausahaan, dan penguasaan teknologi.
“Pemuda harus menjadi pelaku utama pembangunan. Mereka harus memiliki kemampuan berinovasi, menguasai teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” tegasnya. (vin/nta)











