SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali memperoleh posisi strategis dalam arah pembangunan jangka panjang Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur 2023–2043, kabupaten paling timur di Pulau Madura itu diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis kelautan dan kepulauan.
Penetapan tersebut tertuang dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Perwujudan Kawasan Ekonomi Unggulan melalui Sistem Agropolitan Kepulauan Madura yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dalam sistem tersebut, Sumenep mendapat peran sebagai pusat pengembangan industri garam nasional.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menjelaskan, penetapan itu sejalan dengan potensi yang dimiliki daerah. Sumenep memiliki garis pantai yang panjang, kondisi iklim yang mendukung, serta tradisi produksi garam rakyat yang telah berkembang secara turun-temurun.
“RTRW Provinsi Jawa Timur menempatkan Sumenep sebagai kawasan strategis berbasis kelautan dan kepulauan. Industri garam menjadi lokomotif utama yang akan diperkuat melalui pengembangan sektor perikanan, pariwisata bahari, hingga layanan kepelabuhanan,” ujarnya.
Menurut Arif, arah kebijakan tersebut semakin mempertegas posisi Sumenep sebagai kawasan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, penguatan ekonomi maritim, serta pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Dia menuturkan, pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Potensi kelautan yang dimiliki Sumenep sangat besar. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” katanya.
Arif menambahkan, melalui arah pembangunan yang telah ditetapkan dalam RTRW Jawa Timur 2023–2043, Kabupaten Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan kawasan timur Jawa Timur dan Madura. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Sumenep sebagai penopang utama ekonomi biru (blue economy) di tingkat provinsi.
“Dengan penetapan sebagai kawasan strategis provinsi, berbagai program pembangunan diharapkan semakin terfokus pada penguatan sektor unggulan daerah, mulai dari industri garam, perikanan, pelabuhan, hingga pariwisata bahari yang saling terintegrasi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” katanya. (vin/nta)









