SURABAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Lia Istifhama menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Minggu (15/3). Kegiatan bertema Perkuat Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045 itu diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Lia menegaskan pentingnya penguatan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, empat pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah dinamika dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Empat pilar ini bukan sekadar konsep. Nilai-nilainya harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lia dalam pemaparannya.
Dia menjelaskan, penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda. Hal itu penting agar masyarakat memiliki kesadaran kuat terhadap identitas dan jati diri bangsa.
Lia juga menilai bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi. Menurutnya, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan fondasi kebangsaan yang kokoh.
“Tanpa kesadaran kolektif terhadap nilai persatuan, pembangunan nasional akan sulit berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, menjadi perekat sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita memiliki perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa. Namun semuanya dipersatukan oleh nilai-nilai kebangsaan yang sama. Inilah kekuatan Indonesia,” tegasnya.
Pada sesi diskusi, peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait tantangan kebangsaan di era digital, termasuk isu toleransi, persatuan, serta peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Melalui sosialisasi tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai kebangsaan semakin kuat sebagai landasan menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing pada 2045. (vin/nta)















