Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Nasional

MH Said Abdullah Usulkan Tiga Skema Baru terkait Program MBG

badge-check


					Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah Perbesar

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah

JAKARTA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah patut terus didorong. Tujuannya, demi memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

Namun, munculnya kasus keracunan di berbagai daerah yang sempat ramai diberitakan, tentu menjadi alarm agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar aman bagi anak didik.

Untuk itu, Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah meminta pemerintah segera melakukan deteksi dini atas persoalan tersebut. “Inventarisasi dulu titik masalahnya. Setelah itu lakukan evaluasi menyeluruh,” sarannya.

Menurut Said Abdullah, ketika pemerintah sudah melakukan evaluasi, nanti akar masalahnya bisa diketahui. Sebab, tidak semua program MBG yang sedang berlangsung di berbagai daerah, itu mengalami keracunan. Bisa saja karena rentetan pasokan dari Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) ke sekolah terlalu panjang. Sehingga, bisa diperpendek jangkauannya ke depan.

“Misal semula satu SPPG itu mengakomodir 3 ribu peserta didik. Ya dikurangi jadi 1.500. Sehingga, makanan yang sampai ke sekolah dalam kondisi aman dan sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut Said Abdullah menyampaikan, tidak boleh semua permasalahan yang terjadi itu karena keracunan. Akan tetapi, bisa karena hal lain. “Kita tidak boleh semua diakibatkan karena keracunan. Tapi juga harus hati-hati,” ucapnya.

Sebagai solusi, politisi senior PDI Perjuangan itu mengusulkan tiga skema yang bisa dipertimbangkan pemerintah.

Tiga skema itu di antaranya, pertama, penyaluran makan bergizi gratis dapat dilakukan melalui dana alokasi khusus (DAK) kabupaten. Kedua, pemerintah bisa menambahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 300 ribu per anak. Dan ketiga, SPPG-nya perlu didekatkan ke sekolah-sekolah agar makanan tetap segar, sehat, dan mudah diawasi.

“Dengan langkah-langkah tersebut, keberlangsungan program makan bergizi gratis bukan hanya terjaga, tetapi juga benar-benar memberi jaminan kesehatan bagi generasi penerus bangsa,” tandasnya. (vin/nta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666

23 August 2026 - 19:49 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Trending on Pemerintahan