Menu

Dark Mode
Awali Pekan Kerja, Kemenag Sumenep Gelar Istigasah Rutin Perkuat Spirit Pelayanan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

Nasional

MH Said Abdullah Usulkan Tiga Skema Baru terkait Program MBG

badge-check


					Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah Perbesar

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah

JAKARTA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah patut terus didorong. Tujuannya, demi memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

Namun, munculnya kasus keracunan di berbagai daerah yang sempat ramai diberitakan, tentu menjadi alarm agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar aman bagi anak didik.

Untuk itu, Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah meminta pemerintah segera melakukan deteksi dini atas persoalan tersebut. “Inventarisasi dulu titik masalahnya. Setelah itu lakukan evaluasi menyeluruh,” sarannya.

Menurut Said Abdullah, ketika pemerintah sudah melakukan evaluasi, nanti akar masalahnya bisa diketahui. Sebab, tidak semua program MBG yang sedang berlangsung di berbagai daerah, itu mengalami keracunan. Bisa saja karena rentetan pasokan dari Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) ke sekolah terlalu panjang. Sehingga, bisa diperpendek jangkauannya ke depan.

“Misal semula satu SPPG itu mengakomodir 3 ribu peserta didik. Ya dikurangi jadi 1.500. Sehingga, makanan yang sampai ke sekolah dalam kondisi aman dan sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut Said Abdullah menyampaikan, tidak boleh semua permasalahan yang terjadi itu karena keracunan. Akan tetapi, bisa karena hal lain. “Kita tidak boleh semua diakibatkan karena keracunan. Tapi juga harus hati-hati,” ucapnya.

Sebagai solusi, politisi senior PDI Perjuangan itu mengusulkan tiga skema yang bisa dipertimbangkan pemerintah.

Tiga skema itu di antaranya, pertama, penyaluran makan bergizi gratis dapat dilakukan melalui dana alokasi khusus (DAK) kabupaten. Kedua, pemerintah bisa menambahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 300 ribu per anak. Dan ketiga, SPPG-nya perlu didekatkan ke sekolah-sekolah agar makanan tetap segar, sehat, dan mudah diawasi.

“Dengan langkah-langkah tersebut, keberlangsungan program makan bergizi gratis bukan hanya terjaga, tetapi juga benar-benar memberi jaminan kesehatan bagi generasi penerus bangsa,” tandasnya. (vin/nta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

30 June 2026 - 04:03 WIB

SDM Unggul Jadi Kunci Sumenep Tembus Daya Saing Global

29 June 2026 - 07:54 WIB

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, IPM Sumenep Naik Konsisten

29 June 2026 - 06:46 WIB

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

29 June 2026 - 06:34 WIB

Komitmen Pemkab Sumenep Berbuah Hasil, Penurunan Emisi GRK Terus Meningkat

28 June 2026 - 07:18 WIB

Trending on Jatim