SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep ikut mengawal kunjungan lapangan Kementerian PPN/Bappenas ke Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang berlangsung Kamis–Jumat (3–4/9) itu menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan pembangunan di wilayah setempat.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto turut mendampingi agenda tersebut. Sejumlah persoalan pembangunan di lapangan menjadi perhatian, khususnya berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat di wilayah kepulauan.

Salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian ialah ketersediaan air bersih. Kondisi geografis kepulauan dengan akses yang terbatas membuat penguatan infrastruktur air bersih menjadi kebutuhan penting.
Dalam kunjungan tersebut, kebutuhan penguatan infrastruktur air bersih turut dibahas. Di antaranya rehabilitasi jaringan perpipaan hingga pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih. Terlebih, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan.
Arif Firmanto mengatakan, Bappeda memiliki peran untuk memastikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurut dia, pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat penting dilakukan agar kebijakan pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
”Bappeda mendampingi dan mengawal proses pemetaan kebutuhan di lapangan. Termasuk persoalan air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat,” tukasnya.
Dia menambahkan, hasil pemetaan tersebut menjadi bahan penting dalam menentukan arah intervensi pembangunan, termasuk untuk wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik dan tantangan berbeda dengan wilayah daratan.
“Kebutuhan masyarakat dapat dipetakan secara lebih konkret dan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tandasnya. (*/nta)













