SUMENEP – Karakter Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan membutuhkan pola pembangunan yang tidak bisa disamakan. Pemerataan pembangunan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pemenuhan infrastruktur dasar dan konektivitas antarpulau.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Arif Firmanto mengatakan, pembangunan wilayah kepulauan harus mendapat perhatian dalam setiap perencanaan pembangunan daerah.

Menurut dia, persoalan kepulauan tidak hanya berkaitan dengan jarak geografis, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap layanan dasar. Mulai dari kesehatan, air bersih, pendidikan, hingga transportasi membutuhkan intervensi kebijakan yang sesuai dengan karakter wilayah.
“Sumenep secara geografis terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan. Tentu saja membutuhkan perhatian terutama untuk wilayah kepulauan,” kata Arif.
Dia menjelaskan, konektivitas menjadi salah satu persoalan penting yang perlu terus diperkuat. Akses transportasi laut, jalan di wilayah kepulauan, maupun konektivitas udara harus dibangun secara terintegrasi agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang semakin mudah.
Arif juga mendorong adanya dukungan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis kepulauan. Di antaranya reaktivasi airstrip Masalembu serta percepatan pembangunan Bandara Kangean atau Bandara Arjasa.
Selain transportasi, persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Kondisi geografis sejumlah wilayah kepulauan yang didominasi air asin membuat masyarakat rentan mengalami keterbatasan sumber daya air, terutama saat musim kemarau.
Karena itu, menurut Arif, pembangunan kepulauan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis kelautan juga menjadi bagian dari perhatian Bappeda. Potensi perikanan, pertanian, hingga ekonomi biru dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila didukung konektivitas dan infrastruktur yang memadai.
“Pembangunan kepulauan diharapkan tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembangunan Kabupaten Sumenep,” tandasnya. (vin/nta)










