Menu

Dark Mode
Laba RANS Naik 12,5 Persen, Pendapatan Justru Menurun Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik Hasto Sebut Achmad Fauzi Layak Masuk Bursa Pilgub Jatim 2029 IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Bidik 6.666 SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

Pemerintahan

Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan untuk Kendalikan Inflasi

badge-check


					Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan untuk Kendalikan Inflasi Perbesar

SUMENEP – Pemkab Sumenep terus memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh satu sektor. Ketersediaan komoditas, produksi, distribusi, hingga daya beli masyarakat harus ditangani secara terpadu.

“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu instansi saja. Ini memerlukan kerja bersama, terutama di sektor pangan dan distribusinya,” ujarnya (19/8).

Menurut Arif, tantangan Sumenep lebih kompleks karena memiliki wilayah daratan dan kepulauan. Biaya transportasi laut dan distribusi membuat harga sejumlah komoditas di kepulauan berpotensi lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan.

Karena itu, Bappeda tengah menyiapkan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029. Dokumen tersebut menjadi pijakan untuk menyinergikan program lintas sektor, termasuk penguatan produksi pangan lokal, distribusi, serta pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Bappeda juga mendorong sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kesehatan, dan organisasi perangkat daerah lainnya agar akses pangan bergizi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, penguatan fiskal daerah juga menjadi perhatian. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi diperlukan untuk memperbesar ruang fiskal pemerintah dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Kalau daya beli masyarakat terjaga dan fiskal daerah kuat, maka pembangunan di Sumenep bisa berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bappeda Sumenep Siapkan Lima Langkah Perbaikan Pelayanan Publik

24 August 2026 - 20:53 WIB

SKM Semester I Bappeda Sumenep Capai 89,42, Pelayanan Masuk Kategori Sangat Baik

22 August 2026 - 20:36 WIB

Usulan Pokir DPRD Sumenep Disiapkan Masuk Pembangunan 2027

22 August 2026 - 20:02 WIB

Bappeda Sumenep Aktifkan Lagi PosCurhat, Buka Ruang Aspirasi Warga

20 August 2026 - 19:40 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

20 August 2026 - 01:46 WIB

Trending on Pemerintahan