SUMENEP – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Berdasarkan data 2020-2024, IPM Sumenep meningkat dari 67,15 pada 2020 menjadi 69,78 pada 2024. Pada periode yang sama, IPM Jawa Timur naik dari 73,04 menjadi 75,35, sedangkan nasional meningkat dari 72,81 menjadi 75,02.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan pembangunan manusia di Sumenep terus bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar, terutama pemerataan layanan dasar di wilayah kepulauan.
“IPM tidak hanya menggambarkan tingkat pendidikan, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Arif, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan akses pendidikan, pembangunan dan penguatan layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kendati demikian, kondisi geografis Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan masih menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan.
Ia menambahkan, optimalisasi sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata perlu terus didorong agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat kenaikan IPM.
“Ke depan, pembangunan harus semakin inklusif agar manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan,” pungkasnya. (vin/nta)










