Menu ✖

Dark Mode
Arif Firmanto Raih Penghargaan Tokoh Perencanaan Pembangunan Inovatif KMY Minta Kasus Pengurus Paguyuban Toko Kelontong Dihentikan Bawa Nama Sumenep ke PORSADIN Jatim, Kafilah Diminta Jaga Sportivitas MEC Sumenep 2026 Angkat Kemegahan Keraton Sumenep Wabup Sumenep Tekankan Jabatan sebagai Amanah Ainul Yakin Naik Jabatan, Resmi Jadi Camat Masalembu

Jatim

Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan

badge-check


					Ruang Fiskal Turun, Bappeda Pacu Efektivitas APBD untuk Jaga Laju Pembangunan Perbesar

SUMENEP – Kapasitas fiskal Kabupaten Sumenep dalam mendukung pembiayaan pembangunan selama lima tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Meski sempat mencapai titik tertinggi pada 2023, rasio ruang fiskal kembali mengalami penurunan pada 2024 sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berdasarkan data periode 2020–2024, Rasio Ruang Fiskal Kabupaten Sumenep tercatat sebesar 1.071,56 pada 2020. Angka tersebut meningkat menjadi 1.143,71 pada 2021, kemudian sedikit turun menjadi 1.112,89 pada 2022. Pada 2023 rasio itu kembali melonjak hingga mencapai 1.191,83, sebelum turun menjadi 1.167,16 pada 2024.

Rasio ruang fiskal merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan setelah dikurangi berbagai kewajiban rutin seperti belanja pegawai dan belanja bunga. Semakin tinggi nilainya, semakin besar fleksibilitas pemerintah dalam membiayai program prioritas yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan fluktuasi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan fiskal daerah agar ruang fiskal tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.

“Ruang fiskal merupakan modal penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program prioritas. Karena itu, setiap penurunan harus menjadi perhatian agar kemampuan fiskal daerah tetap kuat dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Arif, pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus meningkatkan efisiensi belanja agar ruang fiskal semakin luas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dia menambahkan, penguatan kualitas perencanaan dan penganggaran juga menjadi kunci agar setiap rupiah belanja daerah memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Ke depan, kami terus mendorong pengelolaan APBD yang semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran sehingga kapasitas fiskal Kabupaten Sumenep dapat terus meningkat dan mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” pungkasnya. (vin/nta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Arif Firmanto Raih Penghargaan Tokoh Perencanaan Pembangunan Inovatif

22 October 2026 - 14:21 WIB

Bawa Nama Sumenep ke PORSADIN Jatim, Kafilah Diminta Jaga Sportivitas

25 September 2026 - 10:08 WIB

Wabup Sumenep Tekankan Jabatan sebagai Amanah

18 September 2026 - 01:26 WIB

Ainul Yakin Naik Jabatan, Resmi Jadi Camat Masalembu

18 September 2026 - 00:58 WIB

Bappeda Kawal Pemetaan Kebutuhan Infrastruktur Kepulauan

16 September 2026 - 00:32 WIB

Trending on Jatim