Menu

Dark Mode
MEC Sumenep 2026 Angkat Kemegahan Keraton Sumenep Wabup Sumenep Tekankan Jabatan sebagai Amanah Ainul Yakin Naik Jabatan, Resmi Jadi Camat Masalembu Bappeda Kawal Pemetaan Kebutuhan Infrastruktur Kepulauan Bappeda Sumenep Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah Jaga Hasil Pembangunan, Arif Firmanto Dorong Semangat Gotong Royong

Pemerintahan

Industri Pengolahan Sumenep Makin Menggeliat, Kontribusi ke PDRB Terus Naik

badge-check


					Industri Pengolahan Sumenep Makin Menggeliat, Kontribusi ke PDRB Terus Naik Perbesar

SUMENEP – Sektor industri pengolahan di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Meski kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih berada di bawah sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, dan konstruksi, perannya dalam menopang perekonomian daerah terus menguat.

Data menunjukkan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total PDRB Sumenep mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 kontribusinya tercatat sebesar 6,10 persen, kemudian naik menjadi 6,35 persen pada 2023. Tren tersebut kembali berlanjut pada 2024 dengan kontribusi mencapai 6,73 persen.

Kenaikan tersebut mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas industri pengolahan di Kota Keris. Keberadaan industri kecil dan menengah (IKM) menjadi salah satu motor penggerak sektor tersebut. Berbagai produk olahan makanan, kerajinan tradisional, hingga batik khas Sumenep terus berkembang dan memiliki nilai tambah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memberikan kontribusi terhadap PDRB, sektor industri pengolahan juga dinilai berperan dalam membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kualitas produk dan inovasi terus didorong agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dari sisi pertumbuhan, sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa yang relatif baik. Pada 2023, pertumbuhan sektor ini mencapai 6,42 persen. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan capaian 2022 yang sebesar 7,89 persen, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada 2021 yang mencapai 5,55 persen.

Bahkan, jika dibandingkan dengan 2020 yang mengalami kontraksi hingga minus 1,49 persen akibat dampak pandemi, perkembangan industri pengolahan di Sumenep menunjukkan pemulihan yang cukup signifikan.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, kondisi semacam itu tentu menjadi sinyal positif bahwa industri pengolahan semakin memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi Kabupaten Sumenep. Dengan dukungan inovasi, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing IKM, sektor ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun-tahun mendatang.

“Kontribusi sektor industri pengolahan memang belum sebesar sektor pertanian maupun pertambangan. Namun, tren pertumbuhannya menunjukkan arah yang positif. Ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat struktur ekonomi daerah agar semakin berdaya saing,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wabup Sumenep Tekankan Jabatan sebagai Amanah

18 September 2026 - 01:26 WIB

Jaga Hasil Pembangunan, Arif Firmanto Dorong Semangat Gotong Royong

15 September 2026 - 03:07 WIB

Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Karakter ASN Bappeda Sumenep

14 September 2026 - 01:18 WIB

Arif Firmanto: Tata Kelola Pemerintahan Harus Berbasis Data

13 September 2026 - 03:01 WIB

Bappeda Sumenep Perkuat Strategi Pembangunan Kepulauan

13 September 2026 - 01:44 WIB

Trending on Pemerintahan